Dalam upaya memberantas praktik judi online di lingkungan militer, Pusat Latihan Pasukan Pendarat (Puslatpasrat) TNI AL melakukan sidak terhadap seluruh perangkat HP personel. Sidak ini dilakukan di lapangan Apel Puslatpasrat, Gunungsari, Surabaya, pada Kamis (6/3/2025) sebagai bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan teknologi yang merugikan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari instruksi Komandan Korps Marinir sekaligus Panglima TNI, yang menegaskan larangan keras terhadap keterlibatan personel dalam judi daring maupun pinjaman online ilegal (pinjol). Langkah tegas ini bertujuan untuk memastikan kedisiplinan personel tetap terjaga serta menghindarkan mereka dari dampak negatif perjudian daring.
Puslatpasrat Gencarkan Sidak HP Personel
Sidak ini dilakukan setelah apel pagi, yang langsung dipimpin oleh Paurpam Lettu Mar Budiono. Dalam pemeriksaan ini, seluruh personel diminta duduk dan mengeluarkan HP masing-masing untuk diperiksa oleh anggota Pam dan Provost yang tergabung dalam Satgas Cakra Batara 25.
Tim Satgas Cakra Batara 25 memiliki wewenang untuk memeriksa isi perangkat, aplikasi, serta menanyakan PIN HP guna penyelidikan lebih lanjut. Proses ini berlangsung cukup lama mengingat pemeriksaan dilakukan dengan teliti agar tidak ada celah bagi oknum yang terlibat dalam judi daring atau aktivitas ilegal lainnya.
Menurut Paurpam Lettu Mar Budiono, pemeriksaan ini tidak akan berhenti pada satu kali sidak saja. Ke depan, sidak serupa akan dilakukan lebih rutin dan intensif, sebagai bagian dari langkah pencegahan terhadap praktik judi daring serta penyalahgunaan teknologi digital di kalangan personel TNI AL.
“Kedepan, pemeriksaan HP seperti ini akan lebih sering dilakukan guna mencegah terjadinya keterlibatan personel dalam judi online dan pinjaman online ilegal,” jelasnya.
Baca Selengkapnya: Apple Lunasi Hutang Investasi TKDN Indonesia
Komandan Puslatpasrat Tegaskan Komitmen Pemberantasan Judi Online
Di tempat terpisah, Komandan Puslatpasrat Mayor Marinir Nurdin, M.Tr.Opsla, menegaskan bahwa pencegahan dan pemberantasan praktik judi daring serta pinjol merupakan perintah langsung dari Komandan Korps Marinir sekaligus Panglima TNI.
Menurutnya, tidak ada toleransi bagi personel yang terbukti melanggar aturan ini. Ia juga mengingatkan bahwa sebagai pelatih, personel Puslatpasrat seharusnya menjadi barometer bagi satuan lain, dengan menunjukkan sikap disiplin, profesional, dan berintegritas tinggi.
“Saya tidak menghendaki anggota saya ada yang terlibat dalam hal yang memalukan ini. Sebagai pelatih, seharusnya kita bisa menjadi barometer bagi satuan yang kita bina, baik dalam sikap, ucapan, maupun tingkah laku,” tegas Mayor Marinir Nurdin.
Komandan juga menambahkan bahwa selain menjaga nama baik institusi, pencegahan terhadap judi online bertujuan untuk melindungi personel dari konsekuensi hukum, finansial, dan moral yang dapat merusak karier serta kehidupan mereka.
Judi Daring dan Dampaknya bagi Personel Militer

Perkembangan teknologi digital yang pesat telah membawa banyak kemudahan, tetapi juga risiko penyalahgunaan, termasuk dalam bentuk judi online. Judi daring tidak hanya dapat menyebabkan kerugian finansial, tetapi juga berisiko besar dalam menghancurkan karier militer seseorang.
Dampak negatif dari judi online di lingkungan militer antara lain:
- Kerugian finansial: Banyak personel yang terlilit hutang akibat judi online, hingga berujung pada pinjaman ilegal.
- Pelanggaran hukum: Judi online ilegal di Indonesia, dan keterlibatan dalam aktivitas ini bisa berujung pada sanksi hukum serta pemecatan.
- Penurunan kinerja dan disiplin: Personel yang terjerat judi online sering kali kehilangan fokus dan produktivitas, sehingga berpengaruh terhadap kinerja militer mereka.
- Merusak citra institusi: Terlibat dalam judi online dapat mencoreng nama baik TNI AL serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap institusi militer.
Dengan berbagai dampak negatif tersebut, sidak yang dilakukan Puslatpasrat menjadi langkah strategis dalam upaya menjaga moral dan integritas personel.
Baca Selengkapnya: Nilai Tukar Rupiah 5 Maret 2025 Wah!
Puslatpasrat Akan Perkuat Edukasi dan Pengawasan
Selain melakukan sidak, Puslatpasrat berencana untuk meningkatkan edukasi serta pengawasan ketat terhadap personel dalam penggunaan teknologi digital. Upaya ini termasuk:
- Sosialisasi tentang bahaya judi online dan pinjol ilegal melalui berbagai platform komunikasi internal.
- Pengawasan lebih ketat terhadap penggunaan HP dan akses internet bagi personel di lingkungan Puslatpasrat.
- Pemberian sanksi tegas bagi siapa saja yang terbukti terlibat dalam aktivitas judi online.
- Pendampingan dan konseling bagi personel yang mengalami masalah finansial, guna mencegah mereka terjerumus dalam pinjol ilegal atau judi daring.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membentuk disiplin digital yang lebih kuat serta mengurangi risiko keterlibatan personel dalam aktivitas yang melanggar hukum.
Sidak HP yang dilakukan oleh Puslatpasrat adalah bagian dari upaya serius TNI AL dalam menindak judi online di kalangan personel militer. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendeteksi dan mencegah keterlibatan personel dalam aktivitas ilegal, tetapi juga untuk membangun budaya disiplin dan integritas tinggi dalam institusi.

Melalui sidak rutin, edukasi, serta pengawasan ketat, Puslatpasrat berharap dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih, profesional, dan bebas dari pengaruh negatif teknologi digital. Dengan komitmen ini, TNI AL terus berupaya menjaga kredibilitas serta integritasnya sebagai garda pertahanan negara.
Masyarakat pun diharapkan ikut serta dalam upaya pemberantasan judi online, dengan lebih berhati-hati dalam menggunakan teknologi serta melaporkan praktik-praktik ilegal yang merugikan banyak pihak.
“Jauhi judi online, jaga integritas, dan terus menjadi bagian dari militer yang profesional serta bermartabat.”
Dukung Jurnalisme Berkualitas! 8kbet.id