Pria Medan Rampok Kakaknya untuk Judi Online dan Beli Mobil
Aksi Kejahatan di Siang Bolong
Seorang pria bernama Ali (47) nekat merampok uang milik kakaknya sendiri demi membeli mobil dan bermain judi online. Peristiwa ini terjadi di Medan, Sumatera Utara, pada Selasa, 11 Maret 2025, sekitar pukul 12.00 WIB.
Ali membidik uang perusahaan milik kakaknya yang saat itu akan disetorkan ke bank oleh seorang karyawan bernama Adek Fakhrizal. Uang tunai sebesar Rp 510 juta dibagi dua: Rp 280 juta disimpan dalam ransel dan Rp 230 juta disimpan di dalam jok sepeda motor.
Modus Pura-Pura Minta Tumpangan
Ketika Adek hendak menuju bank dan baru menempuh jarak 100 meter dari kantor, Ali muncul dan meminta tumpangan. Dalam perjalanan, Ali menyinggung soal cara Adek menyimpan uang dan kemudian menyuruh Adek berhenti untuk membeli rokok. Saat Adek menolak, Ali mendorongnya dari sepeda motor lalu kabur membawa motor beserta uang Rp 230 juta yang ada di dalam jok.
Baca Selengkapnya: Karyawan JNT Gelapkan Uang Untuk Judol
Tertangkap di Tempat Kos
Setelah kejadian tersebut, polisi segera melakukan penyelidikan. Ali akhirnya berhasil ditangkap di indekosnya yang berlokasi di Jalan Jermal XV Kramat Indah, Medan Denai, pada Sabtu, 22 Maret 2025 pukul 10.30 WIB.
Dalam pemeriksaan, Ali mengakui bahwa uang hasil rampokan digunakan untuk membeli mobil Toyota Calya seharga Rp 112 juta, perhiasan emas senilai Rp 35 juta, dan melunasi utang sebesar Rp 15 juta. Tak hanya itu, sekitar Rp 50 juta juga dihabiskannya untuk berjudi online, sementara sisa uang sebesar Rp 3 juta masih tersisa di tangannya.

Dijerat Pasal Pencurian dengan Kekerasan
Pihak kepolisian menjerat Ali dengan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol Sumaryono, menyatakan bahwa Ali terancam hukuman penjara maksimal sembilan tahun.
Polisi juga akan menelusuri lebih lanjut penggunaan uang hasil kejahatan yang dipakai untuk berjudi online. Aktivitas ilegal ini menjadi salah satu perhatian serius karena sering menjadi pemicu tindakan kriminal lain.
Bahaya Nyata Judi Online
Kasus ini menjadi contoh nyata bagaimana judi online bisa mendorong seseorang melakukan kejahatan, bahkan terhadap keluarganya sendiri. Bukan hanya kerugian materi, tetapi juga hancurnya kepercayaan dan hubungan keluarga. Masyarakat perlu makin waspada dan berperan aktif dalam memerangi praktik judi online agar tidak memicu kejahatan serupa di masa mendatang.
Dukung Jurnalisme Berkualitas! 8kbet.id