Cara Berhenti Judi Online Diterapkan di Layanan Rehabilitasi

cara berhenti judi online

Gambar : Wanita yang sedang stres mengalami depresi

Pemerintah dan sejumlah lembaga swadaya masyarakat mulai menerapkan pendekatan khusus sebagai cara berhenti judi online bagi masyarakat yang mengalami kecanduan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya nasional dalam merespons lonjakan kasus gangguan perilaku akibat perjudian digital yang menyasar berbagai kalangan usia.

Data dari Kementerian Kesehatan mencatat peningkatan permintaan layanan konseling terkait adiksi digital, terutama dari pengguna usia 17 hingga 35 tahun. Banyak dari mereka mengaku kesulitan mengontrol dorongan untuk mengakses platform perjudian daring, bahkan setelah mengalami kerugian finansial.


Strategi Mengatasi Kecanduan Masuk Protokol Rehabilitasi

Direktur Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial, Harapan Tambunan, menyatakan bahwa modul terbaru dalam program pendampingan adiksi kini memasukkan metode untuk mengatasi kecanduan digital berbasis perilaku. Menurutnya, pendekatan tersebut tidak hanya berfokus pada larangan, tetapi juga pemulihan struktur psikologis dan penguatan kontrol diri.

“Terapi perilaku kognitif menjadi metode utama yang kami gunakan. Pasien diajak mengenali pemicu serta membangun ulang rutinitas yang sebelumnya didominasi akses ke situs perjudian,” jelas Harapan dalam konferensi pers, Selasa (9/4/2025).

Ia menambahkan bahwa partisipasi keluarga dan lingkungan terdekat menjadi bagian penting dari proses pemulihan, terutama bagi penderita kecanduan judi online yang sudah berlangsung lebih dari enam bulan.


Layanan Konseling Daring Diperluas

Sejalan dengan itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) juga memperluas layanan konseling daring berbasis aplikasi. Menurut Kepala BNN, Komjen Pol. Marthinus Hukom, fitur digital ini memungkinkan pasien yang sedang berjuang mencari cara berhenti judi online untuk mengakses bantuan awal tanpa rasa takut atau malu.

“Fasilitas ini kami buka 24 jam. Responden tidak perlu menyebutkan identitas, yang penting adalah mereka mendapatkan jalur keluar dari siklus adiksi,” ujar Marthinus. Ia juga menyebutkan bahwa pola intervensi semacam ini dinilai lebih efektif untuk generasi digital yang cenderung enggan datang langsung ke fasilitas kesehatan.


Tantangan Pemblokiran dan Akses Mudah

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa upaya pemblokiran terhadap situs judi online terus dilakukan secara bertahap. Namun, Juru Bicara Komdigi, Nur Rahma, mengakui bahwa banyak situs baru bermunculan setiap hari, dengan domain yang terus berubah.

“Ini menjadi tantangan besar karena akses ke konten judi sangat cepat menyebar. Maka, selain pemblokiran, kami dorong edukasi publik dan penguatan sistem pelaporan mandiri,” ucap Nur.


Pencegahan Dini Jadi Kunci

Psikolog klinis dari RSUD Tarakan, Endah Wulandari, mengatakan bahwa edukasi mengenai cara berhenti judi online seharusnya dikenalkan sejak tahap awal, termasuk melalui materi literasi digital di sekolah dan kampus. Menurutnya, sebagian besar pasien yang datang untuk konseling tidak menyadari bahwa aktivitas mereka sudah termasuk dalam kategori kecanduan.

“Intervensi dini itu krusial. Karena jika tidak ditangani di tahap awal, proses mengatasi kecanduan akan jauh lebih sulit, terutama jika individu tersebut sudah mengalami keterpurukan finansial atau konflik sosial,” jelas Endah.


Dukungan Komunitas dan Program Pemulihan Berbasis Lingkungan

Beberapa komunitas lokal dan yayasan sosial juga mulai terlibat dalam memberikan dukungan kepada individu yang berusaha menerapkan cara berhenti judi online. Salah satunya adalah Yayasan Pulih Mandiri yang berbasis di Yogyakarta, yang membuka kelompok pendampingan khusus bagi pemulih adiksi digital.

Ketua Yayasan, Rudi Prasetyo, menjelaskan bahwa mereka mengembangkan program pemulihan berbasis komunitas yang menekankan keterlibatan sosial dan aktivitas produktif. “Kami adakan pelatihan keterampilan, kegiatan seni, hingga olahraga agar mereka memiliki ruang sehat menggantikan kebiasaan berjudi,” ujarnya.

Menurut Rudi, langkah-langkah seperti ini terbukti mendorong keberlanjutan proses mengatasi kecanduan, terutama bagi peserta yang sebelumnya merasa dikucilkan atau kehilangan makna sosial.


Pendekatan Medis Masih Minim, Tenaga Profesional Terbatas

Kementerian Kesehatan juga mengakui bahwa layanan kesehatan jiwa dan adiksi di tingkat puskesmas masih belum merata. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza, Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan bahwa belum semua fasilitas kesehatan tingkat pertama memiliki SDM yang siap menangani kasus kecanduan judi online.

“Kami sedang menyusun pedoman nasional agar semua daerah bisa memiliki standar pelayanan minimal dalam hal pencegahan dan penanganan perilaku adiktif digital, termasuk edukasi tentang cara berhenti judi online di tingkat komunitas,” jelas Nadia.

Baca Selengkapnya: Upaya Pemberantasan Judol Pemerintah


Tantangan Sosial dan Stigma Masyarakat

Salah satu tantangan besar lainnya adalah stigma sosial yang melekat pada para mantan penjudi. Menurut data dari Komnas Perempuan, sebagian besar pasien yang mengalami kecanduan judi online juga menghadapi tekanan emosional akibat penolakan keluarga atau pengucilan sosial.

Aktivis kesehatan mental, Selyna Marbun, menyebut bahwa masyarakat harus mulai memahami bahwa mengatasi kecanduan membutuhkan dukungan bukan penghakiman. “Jika lingkungan sekitar tidak suportif, peluang relaps sangat tinggi,” katanya.


kencanduan judi online
Ilustrasi situs judi online

Peluang Kolaborasi Sektor Swasta dan Platform Digital

Beberapa perusahaan teknologi nasional mulai menjajaki kerja sama dengan pemerintah untuk ikut serta dalam kampanye digital sehat. Perwakilan Asosiasi Startup Indonesia, Ferdi Mulyanto, menyatakan bahwa pihaknya siap membantu menyebarkan informasi mengenai cara berhenti judi online melalui aplikasi berbasis edukasi dan fitur pelaporan situs judi online.

“Platform kami bisa mendeteksi konten yang berhubungan dengan perjudian. Saat ini kami sedang kembangkan sistem peringatan otomatis yang akan bekerja sama dengan Kominfo,” ungkap Ferdi.


Rekap dan Arah Kebijakan Selanjutnya

Seluruh pemangku kepentingan menyepakati bahwa cara berhenti judi online tidak cukup hanya dengan pemblokiran akses. Diperlukan pendekatan multi-level yang menyentuh aspek psikologis, sosial, teknologi, hingga ekonomi.

Upaya mengatasi kecanduan yang dilakukan saat ini masih di tahap awal dan membutuhkan dukungan regulasi yang lebih tegas, serta investasi besar pada kapasitas SDM dan layanan publik. Seiring meningkatnya kesadaran akan bahaya adiksi digital, harapan untuk membentuk ekosistem pemulihan yang inklusif mulai tampak.

Tips dan Langkah Buat Kamu yang Mau Berhenti Judi Online

Menurut para ahli adiksi digital, berhenti dari kecanduan judi online itu bukan perkara sepele—tapi bukan berarti mustahil. Yang penting ada niat, dukungan orang terdekat, dan langkah nyata yang dilakukan terus-menerus. Nah, ini dia beberapa cara praktis yang bisa kamu coba:

1. Jujur sama diri sendiri
Semua proses perubahan dimulai dari pengakuan. Kamu harus berani bilang ke diri sendiri, “Iya, gue lagi kecanduan.” Banyak orang susah berhenti karena masih menyangkal. Tapi kalau kamu udah bisa jujur sama diri sendiri, itu udah langkah besar buat mulai lepas dari jeratnya.

2. Kurangi akses ke internet dan situs berbahaya
Kalau tahu sumber godaannya dari internet, ya dikurangin dulu dong aksesnya. Coba pasang aplikasi buat ngeblok situs-situs yang bikin kamu tergoda, kayak situs judi online. Kalau perlu, kurangi juga waktu online di malam hari atau saat sendirian—itu biasanya momen paling rawan buat relapse.

3. Cerita ke orang yang kamu percaya
Berbagi cerita bisa bikin kamu merasa lebih ringan. Ceritain ke orang terdekat, entah itu sahabat, kakak, atau pasangan. Mereka bisa bantu jaga kamu supaya gak balik lagi ke kebiasaan lama, sekaligus jadi support system biar kamu gak ngerasa berjuang sendirian.

4. Isi waktu dengan hal yang lebih seru dan sehat
Daripada bengong dan akhirnya buka situs judi lagi, mending kamu cari kesibukan baru. Bisa olahraga, ikut kelas online, atau main musik. Kegiatan kayak gini bantu kamu fokus ke hal-hal yang lebih produktif dan bikin hidup jadi lebih bermakna.

5. Jangan ragu minta bantuan profesional
Kalau semua cara udah kamu coba tapi masih susah lepas, itu tandanya kamu butuh bantuan dari ahlinya. Gak masalah kok ke psikolog atau konselor—mereka memang ada buat bantu orang-orang yang lagi berjuang kayak kamu. Sekarang juga udah banyak layanan konseling yang bisa diakses online, jadi gak perlu malu.

Dukung Jurnalisme Berkualitas! 8kbet.id